Sunday, December 20, 2009


Penguasaan dakwah adalah kemampuan seorang aktivis dakwah dalam menarik perhatian dan mengusai massa dalam masyarakat yang beraneka ragam cara berfikir dan kefahaman serta tidak sama kedudukan dan budaya. Kemampuan dakwah yang perlu dimiliki oleh para aktivis dakwah adalah:

1. Kemampuan dakwah.

“ Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang soleh, sambil berkata: "Sesungguhnya Aku adalah termasuk orang-orang yang menyerah diri." (Fushshilat:33)

Ayat di atas merupakan prinsip dakwah yang harus fahami. Menurut Allah, tidak ada kata yang lebih baik selain dari menyeru pada jalan-Nya. Setidaknya ada tiga tuntutan yang harus dilakukan oleh seorang aktivis dakwah untuk melihat kemampuan da’wiyah yang dimilikinya.

a. Sentiasa menyeru kepada Allah.
Bagi para du’ah, tugas dakwah sudah sebati dan melekat pada dirinya. Antara dakwah dan dirinya merupakan suatu kesatuan yang tidak mungkin dipisah. Sehinggakan tidak ada satu pun disisinya yang tidak bernilai dakwah. Dari ia mula tidur sehingga ia tidur kembali, proses tarbiyah yang dilalui telah menjadikannya aktivis dakwah yang tulen dan pejuang hakiki pada setiap masa dan keadaan. Waktunya hanya digunakan untuk dakwah semata dan amat faham dengan agenda menyebarluaskan dakwah dalam masyarakat. Ia terus bekerja, mengambil dan mencipta peluang untuk berdakwah dari mulai desahan nafasnya hinggalah ai dipanggil Allah swt. Inilah prinsip hidupnya yang selari dengan Al Quran:

”Katakanlah sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Rabb semesta alam...” (Al-An’aam:162).

b. Sentiasa mengerjakan amal soleh
Dienul Islam tidak hanya mementingkan ilmu dan kata-kata, Lebih dari itu, Islam amat memperhatikan amal soleh, apatah lagi ke atas jiwa dan cara hidup seorang aktivis dakwah. Al Quran secara tegas menjelaskan:

”Kenapa kalian menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kalian lupa akan diri kalian sendiri (tidak melakukannya); padahal kalian semua membaca Kitab Allah (mengetahuinya), apakah kalian tidak berfikir?”

c. Sentiasa bertawakal kepada Allah
Maha suci Allah, ayat dari Fushshilat, ayat 33 di atas merupakan kalimah yang indah. Diawali dengan keutamaan menyeru kepada Allah, Seruan itu bukan cakap kosong dan hampa belaka, tetapi seruan itu adalah bertanggungjawab. Aktivis dakwah adalah sebagai penyeru dan berkewajipan pula untuk melaksanakan seruannya itu. Lalu apa pula setelah itu?


Sebagai penyeru, terkadang berhasil terkadang tidak upaya. Keberhasilan dan kegagalan dakwah hendaknya dikembalikan kepada Allah swt. Di sinilah pentingnya konsep tawakal. Dengan konsep tawakal para aktivis dakwah tidak akan terjerumus ke dalam lembah kesombongan kerana keberhasilan dalam dakwahnya. Selain itu ia tidak pula merasa jemu dan lelah, tatkala masyarakat menolak atau gagal misi dakwahnya.

2. Kemampuan Ilmiah.
Kemampuan ilmiah dirasai semakin penting tatkala para aktivis dakwah merentasi dakwah. Dan semakin menjadi keperluan dalam era dakwah masakini yang memasuki era globalisasi dan ledakan teknologi maklumat yang semakin pantas. Dengan berbekalkan kekuatan dan penguasaan ilmiah dari masa ke semasa akan dapat menghindarkan aktivis dakwah dari bersifat cetek ilmu dan pengetahuan semasa atau tidak ”up to date”. Namun sebaliknya aktivis dakwah dapat menyampaikan dakwahnya secara profesional, rasional, analitis dan ilmiah. Ia harus mampu memberi respon kepada persoalan-persoalan dan penyelelesaian kepada persoalan tersebut yang timbul dalam masyarakat. Ia mampu membawa suasana sekelilingnya kepada pentarbiyahan dan tidak terlarut kepada suasana. Dengan ilmunya juga ia memiliki kebijakan dalam mentarbiah mad’u sekitarnya.

Sebagai contoh, Imam Muslim meriwayatkan, suatu ketika Rasulullah saw berjalan di pasar bersama para sahabatnya. Tiba-tiba beliau menjumpai bangkai seekor anak kambing jelek kerana bentuk telinganya yang kecil. Baginda mengambilnya dengan mengangkat telinganya dan bersabda:

”Siapakah di antara kalian yang mahu membeli ini dengan harga satu dirham”?
”Sedikitpun kami tak ingin memilikinya, untuk apa benda seperti itu?” jawab para sahabat.
”Mahukan kalian jika benda ini aku berikan secara percuma?” Sabda Rasulullah saw lagi.
Demi Allah, andaikan binatang itu masih hidup, ia amat jelek bentuknya kerana telinganya kecil, apalagi binatang itu sudah menjadi bangkai,” jawab para sahabat.
Rasulullah saw. bersabda:
”Demi Allah, sesungguhnya nilai dunia itu lebih rendah di sisi Allah daripada bangkai yang kalian rendahkan ini.”

Demikianlah sikap kebijakan Rasulullah saw terhadap tarbiyah. Begitu banyak contoh-contoh lain untuk mengungkap kapasiti ilmiah Rasulullah saw dan para sahabat dalam mendepani urusan dakwah dan tarbiyah. Secara manusiawi, peristiwa hijrah Rasul bersama Abu Bakar r.a adalah sebuah contoh yang menggambarkan sikap dan pemikiran ilmiah baginda yang tidak dapat kita lupakan begitu sahaja. Mulai dari perencanaan, pemberangkatan, diperjalanan serta keupayaan-keupayaan penyelamatan dalam hijrah rasul, sarat dengan cara-cara dan kaedah ilmiah melalui daya analisis baginda yang rasional dan argumentatif.

3. Kemampuan kemahiran dan kepakaran dalam bidang masing-masing
Kemampuan ini mempunyai kaitan erat di antara kemampuan dakwah dan dan kemampuan ilmiah. Kemampuan dakwah harus di tunjang dengan kemampuan ilmiah agar dakwah yang dilaksanakan tidak tergelincir dengan landasan misi dan visi dakwah. Namun dakwah akan lebih efektif dan efisien jika aktivisnya dibekali dengan kemampuan kepakaran masing-masing yang tersendiri.

Abdurahman Bin Aus dan Mush’ab B. Umair adalah dua contoh yang boleh kita ungkapkan. Mereka berdakwah dengan memanfatkan kepakaran masing-masing selain dengan kemampuan dan kemahiran lain yang mereka miliki iaitu keahlian dalam perniagaan dan dalam menyampaikan bahan-bahan tarbiyah.

Aktivis dakwah dalam urusan sosial kemasyarakatan hari ini memerlukan aktivis dakwah yang memiliki kemampuan tambahan dengan meningkatkan kemampuan kepakaran yang boleh memberi manfaat kepada dakwah seperti kepakaran dalam bidang sukarelawan, paramedik, kaunseling, kemahiran ICT, menyampaikan ceramah motivasi, memberi tazkirah di surau atau masjid dan sebagainya selain dari kemampuan kepakaran yang sedia ada terbina dalam kerjaya masing-masing. Kesemua kepakaran yang dimiliki ini menjadi medan dakwah dan pengenalan kepada proses pentarbiyahan dalam masyarakat.

Justeru menekuni satu bidang ilmu tanpa melalaikan Al Quran sebagai minhajul hayah merupakan suatu program jangka panjang yang tepat. Selain itu Allah pun menegaskan:

”Katakanlah, (hai Muhammad) samakah kedudukan orang yang berpengetahuan dengan mereka yang tidak berpengetahuan?” (az Zumar:9)

Sabda Rasul saw:
” Orang-orang berilmu itu ibarat bebintang yang memberi penerangan (mereka yang di bumi), jika bintang-bintang itu redup, akan tersesatlah mereka (yang berjalan di bumi) itu.” (HR Ahmad).

Institusi Tarbiyah mampu menjadi asas kepada perubahan manusia hari ini dari kegelapan kepada cahaya. Agar perubahan mampu tercipta para aktivis dakwah dan tarbiyah harus memiliki dan meningkatkan ketiga-tiga kemampuan di atas agar dapat membantu para aktivis untuk mengarahkan perubahan masyarakat menuju jalan Allah swt. dengan tetap memperhatikan satu faktor: La haula walaa quwwata illaa billah.

Wallahua’lam.

Meningkatkan Penguasaan Berdakwah


Penguasaan dakwah adalah kemampuan seorang aktivis dakwah dalam menarik perhatian dan mengusai massa dalam masyarakat yang beraneka ragam cara berfikir dan kefahaman serta tidak sama kedudukan dan budaya. Kemampuan dakwah yang perlu dimiliki oleh para aktivis dakwah adalah:

1. Kemampuan dakwah.

“ Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang soleh, sambil berkata: "Sesungguhnya Aku adalah termasuk orang-orang yang menyerah diri." (Fushshilat:33)

Ayat di atas merupakan prinsip dakwah yang harus fahami. Menurut Allah, tidak ada kata yang lebih baik selain dari menyeru pada jalan-Nya. Setidaknya ada tiga tuntutan yang harus dilakukan oleh seorang aktivis dakwah untuk melihat kemampuan da’wiyah yang dimilikinya.

a. Sentiasa menyeru kepada Allah.
Bagi para du’ah, tugas dakwah sudah sebati dan melekat pada dirinya. Antara dakwah dan dirinya merupakan suatu kesatuan yang tidak mungkin dipisah. Sehinggakan tidak ada satu pun disisinya yang tidak bernilai dakwah. Dari ia mula tidur sehingga ia tidur kembali, proses tarbiyah yang dilalui telah menjadikannya aktivis dakwah yang tulen dan pejuang hakiki pada setiap masa dan keadaan. Waktunya hanya digunakan untuk dakwah semata dan amat faham dengan agenda menyebarluaskan dakwah dalam masyarakat. Ia terus bekerja, mengambil dan mencipta peluang untuk berdakwah dari mulai desahan nafasnya hinggalah ai dipanggil Allah swt. Inilah prinsip hidupnya yang selari dengan Al Quran:

”Katakanlah sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku untuk Rabb semesta alam...” (Al-An’aam:162).

b. Sentiasa mengerjakan amal soleh
Dienul Islam tidak hanya mementingkan ilmu dan kata-kata, Lebih dari itu, Islam amat memperhatikan amal soleh, apatah lagi ke atas jiwa dan cara hidup seorang aktivis dakwah. Al Quran secara tegas menjelaskan:

”Kenapa kalian menyuruh manusia supaya berbuat kebaikan sedang kalian lupa akan diri kalian sendiri (tidak melakukannya); padahal kalian semua membaca Kitab Allah (mengetahuinya), apakah kalian tidak berfikir?”

c. Sentiasa bertawakal kepada Allah
Maha suci Allah, ayat dari Fushshilat, ayat 33 di atas merupakan kalimah yang indah. Diawali dengan keutamaan menyeru kepada Allah, Seruan itu bukan cakap kosong dan hampa belaka, tetapi seruan itu adalah bertanggungjawab. Aktivis dakwah adalah sebagai penyeru dan berkewajipan pula untuk melaksanakan seruannya itu. Lalu apa pula setelah itu?


Sebagai penyeru, terkadang berhasil terkadang tidak upaya. Keberhasilan dan kegagalan dakwah hendaknya dikembalikan kepada Allah swt. Di sinilah pentingnya konsep tawakal. Dengan konsep tawakal para aktivis dakwah tidak akan terjerumus ke dalam lembah kesombongan kerana keberhasilan dalam dakwahnya. Selain itu ia tidak pula merasa jemu dan lelah, tatkala masyarakat menolak atau gagal misi dakwahnya.

2. Kemampuan Ilmiah.
Kemampuan ilmiah dirasai semakin penting tatkala para aktivis dakwah merentasi dakwah. Dan semakin menjadi keperluan dalam era dakwah masakini yang memasuki era globalisasi dan ledakan teknologi maklumat yang semakin pantas. Dengan berbekalkan kekuatan dan penguasaan ilmiah dari masa ke semasa akan dapat menghindarkan aktivis dakwah dari bersifat cetek ilmu dan pengetahuan semasa atau tidak ”up to date”. Namun sebaliknya aktivis dakwah dapat menyampaikan dakwahnya secara profesional, rasional, analitis dan ilmiah. Ia harus mampu memberi respon kepada persoalan-persoalan dan penyelelesaian kepada persoalan tersebut yang timbul dalam masyarakat. Ia mampu membawa suasana sekelilingnya kepada pentarbiyahan dan tidak terlarut kepada suasana. Dengan ilmunya juga ia memiliki kebijakan dalam mentarbiah mad’u sekitarnya.

Sebagai contoh, Imam Muslim meriwayatkan, suatu ketika Rasulullah saw berjalan di pasar bersama para sahabatnya. Tiba-tiba beliau menjumpai bangkai seekor anak kambing jelek kerana bentuk telinganya yang kecil. Baginda mengambilnya dengan mengangkat telinganya dan bersabda:

”Siapakah di antara kalian yang mahu membeli ini dengan harga satu dirham”?
”Sedikitpun kami tak ingin memilikinya, untuk apa benda seperti itu?” jawab para sahabat.
”Mahukan kalian jika benda ini aku berikan secara percuma?” Sabda Rasulullah saw lagi.
Demi Allah, andaikan binatang itu masih hidup, ia amat jelek bentuknya kerana telinganya kecil, apalagi binatang itu sudah menjadi bangkai,” jawab para sahabat.
Rasulullah saw. bersabda:
”Demi Allah, sesungguhnya nilai dunia itu lebih rendah di sisi Allah daripada bangkai yang kalian rendahkan ini.”

Demikianlah sikap kebijakan Rasulullah saw terhadap tarbiyah. Begitu banyak contoh-contoh lain untuk mengungkap kapasiti ilmiah Rasulullah saw dan para sahabat dalam mendepani urusan dakwah dan tarbiyah. Secara manusiawi, peristiwa hijrah Rasul bersama Abu Bakar r.a adalah sebuah contoh yang menggambarkan sikap dan pemikiran ilmiah baginda yang tidak dapat kita lupakan begitu sahaja. Mulai dari perencanaan, pemberangkatan, diperjalanan serta keupayaan-keupayaan penyelamatan dalam hijrah rasul, sarat dengan cara-cara dan kaedah ilmiah melalui daya analisis baginda yang rasional dan argumentatif.

3. Kemampuan kemahiran dan kepakaran dalam bidang masing-masing
Kemampuan ini mempunyai kaitan erat di antara kemampuan dakwah dan dan kemampuan ilmiah. Kemampuan dakwah harus di tunjang dengan kemampuan ilmiah agar dakwah yang dilaksanakan tidak tergelincir dengan landasan misi dan visi dakwah. Namun dakwah akan lebih efektif dan efisien jika aktivisnya dibekali dengan kemampuan kepakaran masing-masing yang tersendiri.

Abdurahman Bin Aus dan Mush’ab B. Umair adalah dua contoh yang boleh kita ungkapkan. Mereka berdakwah dengan memanfatkan kepakaran masing-masing selain dengan kemampuan dan kemahiran lain yang mereka miliki iaitu keahlian dalam perniagaan dan dalam menyampaikan bahan-bahan tarbiyah.

Aktivis dakwah dalam urusan sosial kemasyarakatan hari ini memerlukan aktivis dakwah yang memiliki kemampuan tambahan dengan meningkatkan kemampuan kepakaran yang boleh memberi manfaat kepada dakwah seperti kepakaran dalam bidang sukarelawan, paramedik, kaunseling, kemahiran ICT, menyampaikan ceramah motivasi, memberi tazkirah di surau atau masjid dan sebagainya selain dari kemampuan kepakaran yang sedia ada terbina dalam kerjaya masing-masing. Kesemua kepakaran yang dimiliki ini menjadi medan dakwah dan pengenalan kepada proses pentarbiyahan dalam masyarakat.

Justeru menekuni satu bidang ilmu tanpa melalaikan Al Quran sebagai minhajul hayah merupakan suatu program jangka panjang yang tepat. Selain itu Allah pun menegaskan:

”Katakanlah, (hai Muhammad) samakah kedudukan orang yang berpengetahuan dengan mereka yang tidak berpengetahuan?” (az Zumar:9)

Sabda Rasul saw:
” Orang-orang berilmu itu ibarat bebintang yang memberi penerangan (mereka yang di bumi), jika bintang-bintang itu redup, akan tersesatlah mereka (yang berjalan di bumi) itu.” (HR Ahmad).

Institusi Tarbiyah mampu menjadi asas kepada perubahan manusia hari ini dari kegelapan kepada cahaya. Agar perubahan mampu tercipta para aktivis dakwah dan tarbiyah harus memiliki dan meningkatkan ketiga-tiga kemampuan di atas agar dapat membantu para aktivis untuk mengarahkan perubahan masyarakat menuju jalan Allah swt. dengan tetap memperhatikan satu faktor: La haula walaa quwwata illaa billah.

Wallahua’lam.

Sunday, December 13, 2009


Jalan perubahan

Jalan menuju pembebasan wilayah-wilayah Islam ialah dengan berusaha untuk mendirikan Khilafah Islamiyah yang menjadi pelindung, pembela dan pemelihara umat. Oleh itu berusaha untuk mendirikan Khilafah Islamiyah ini menjadi kewajipan bagi setiap muslim, dan tidak dapat digugurkan kewajipan ini sehingga Khilafah Islamiyah tertegak, bangunannya kuat dan mampu mengembalikan wilayah-wilayah Islam yang telah dirampas oleh musuh.

Jalan menuju Khilafah Islamiyah pula dimulai dengan membina generasi muslim.

1. Pembinaan generasi muslim

Pembinaan generasi muslim dimulai dengan pemilihan peribadi-peribadi. Mereka dibentuk dan dipersiapkan dengan persiapan Islam dengan menggunakan sumber-sumber yang muktabar. Mereka saling lengkap melengkapi untuk melaksanakan ‘amal Islami. Generasi ini menjadi asas bagi masyarakat Islam yang dicita-citakan. Peribadi-peribadi muslim adalah asas atau dasar bagi bangunan Islam yang kuat.

Beginilah da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam di Mekah. Selama tiga belas tahun baginda telah mengumpulkan peribadi-peribadi yang berjumlah tidak sampai 200 orang, yang menjadi benih dan asas yang kukuh bagi pembinaan masyarakat Islam.

Umat Islam tidak akan baik kecuali dianggotai oleh peribadi-peribadi yang baik. Peribadi yang baik pula tidak akan lahir kecuali dengan tarbiyah dan takwin yang lengkap dan seimbang.


Tujuan tarbiyah ialah untuk melahirkan peribadi muslim yang beribadah kepada Allah, takut hanya kepada Allah, iltizam hanya kepada hukum Allah, tidak bermusuhan kecuali kerana Allah, merasa mulia dengan din Allah, membersihkan tauhidnya hanya kepada Allah, menghormati syi'ar-syi'ar Allah, menjauhi larangan Allah, hati merasa kaya dan puas dengan beriman kepada Allah, bersifat qana'ah, tidak merasa gembira apabila mendapat dunia, tidak merasa sedih apabila kehilangan dunia, bertawakal kepada Allah, redha dengan ketentuan Allah, mengutamakan maslahat din, berterus terang dengan kebenaran dan mengikat diri serta konsisten dengan kebenaran.

Seterusnya, tidak berangan-angan panjang, bermuhasabah terhadap diri, berburuk sangka terhadap nafsu, mengambil yang halal, menjauhi yang syubhat, berakhlak baik, lemah lembut, memelihara kebersihan, menunaikan amanah, menepati janji, tidak berdusta, tawadhu', tidak hasad terhadap sesama muslim dan bersaudara serta mementingkan saudaranya.

Seterusnya lagi, memahami Islam dari sumber yang muktabar, mendahulukan yang wajib daripada yang sunat, hati tahan dan sabar, memperelokkan amal, meningkatkan kemahiran, berda'wah kepada Allah dan bukan kepada peribadinya, berharapkan Allah, mencegah kemungkaran bermula pada dirinya serta keluarganya, mengikuti sunnah Rasulullah Sallallahhu'alaihiwasallam dan banyak bertaubat serta mengucapkan istighfar.

Tujuan tarbiyah sebegini memerlukan sistem tarbiyah yang mantap dan ditegakkan oleh orang-orang berkemahuan kuat untuk membina diri mereka sendiri.

Hasan Al Banna menyedari hal ini, lalu beliau membangunkan manhaj usrah sebagai manhaj pendidikan yang membentuk peribadi yang lengkap dan seimbang.

Hasan Al Banna menyatakan, "Tujuan Ikhwan adalah membentuk generasi umat Islam yang baru dengan ajaran Islam yang haq dan berusaha untuk memberikan warna (rupabentuk) bagi umat ini dengan warna (rupabentuk) Islam yang sempurna dalam setiap aspek kehidupan. Firman Allah Subhanahuwata'ala:

"Sibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya daripada Allah."
(Al Baqarah (2): 138)


Cara mereka adalah dengan merubah adat kebiasaan umum dan mendidik para pendakwah dengan ajaran Islam sehingga mereka menjadi contoh kepada manusia lain dalam keiltizaman, keinginan menjadi contoh dan melaksanakan hukum-hukum Islam."

Kewajiban Beramal (2)


Jalan perubahan

Jalan menuju pembebasan wilayah-wilayah Islam ialah dengan berusaha untuk mendirikan Khilafah Islamiyah yang menjadi pelindung, pembela dan pemelihara umat. Oleh itu berusaha untuk mendirikan Khilafah Islamiyah ini menjadi kewajipan bagi setiap muslim, dan tidak dapat digugurkan kewajipan ini sehingga Khilafah Islamiyah tertegak, bangunannya kuat dan mampu mengembalikan wilayah-wilayah Islam yang telah dirampas oleh musuh.

Jalan menuju Khilafah Islamiyah pula dimulai dengan membina generasi muslim.

1. Pembinaan generasi muslim

Pembinaan generasi muslim dimulai dengan pemilihan peribadi-peribadi. Mereka dibentuk dan dipersiapkan dengan persiapan Islam dengan menggunakan sumber-sumber yang muktabar. Mereka saling lengkap melengkapi untuk melaksanakan ‘amal Islami. Generasi ini menjadi asas bagi masyarakat Islam yang dicita-citakan. Peribadi-peribadi muslim adalah asas atau dasar bagi bangunan Islam yang kuat.

Beginilah da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam di Mekah. Selama tiga belas tahun baginda telah mengumpulkan peribadi-peribadi yang berjumlah tidak sampai 200 orang, yang menjadi benih dan asas yang kukuh bagi pembinaan masyarakat Islam.

Umat Islam tidak akan baik kecuali dianggotai oleh peribadi-peribadi yang baik. Peribadi yang baik pula tidak akan lahir kecuali dengan tarbiyah dan takwin yang lengkap dan seimbang.


Tujuan tarbiyah ialah untuk melahirkan peribadi muslim yang beribadah kepada Allah, takut hanya kepada Allah, iltizam hanya kepada hukum Allah, tidak bermusuhan kecuali kerana Allah, merasa mulia dengan din Allah, membersihkan tauhidnya hanya kepada Allah, menghormati syi'ar-syi'ar Allah, menjauhi larangan Allah, hati merasa kaya dan puas dengan beriman kepada Allah, bersifat qana'ah, tidak merasa gembira apabila mendapat dunia, tidak merasa sedih apabila kehilangan dunia, bertawakal kepada Allah, redha dengan ketentuan Allah, mengutamakan maslahat din, berterus terang dengan kebenaran dan mengikat diri serta konsisten dengan kebenaran.

Seterusnya, tidak berangan-angan panjang, bermuhasabah terhadap diri, berburuk sangka terhadap nafsu, mengambil yang halal, menjauhi yang syubhat, berakhlak baik, lemah lembut, memelihara kebersihan, menunaikan amanah, menepati janji, tidak berdusta, tawadhu', tidak hasad terhadap sesama muslim dan bersaudara serta mementingkan saudaranya.

Seterusnya lagi, memahami Islam dari sumber yang muktabar, mendahulukan yang wajib daripada yang sunat, hati tahan dan sabar, memperelokkan amal, meningkatkan kemahiran, berda'wah kepada Allah dan bukan kepada peribadinya, berharapkan Allah, mencegah kemungkaran bermula pada dirinya serta keluarganya, mengikuti sunnah Rasulullah Sallallahhu'alaihiwasallam dan banyak bertaubat serta mengucapkan istighfar.

Tujuan tarbiyah sebegini memerlukan sistem tarbiyah yang mantap dan ditegakkan oleh orang-orang berkemahuan kuat untuk membina diri mereka sendiri.

Hasan Al Banna menyedari hal ini, lalu beliau membangunkan manhaj usrah sebagai manhaj pendidikan yang membentuk peribadi yang lengkap dan seimbang.

Hasan Al Banna menyatakan, "Tujuan Ikhwan adalah membentuk generasi umat Islam yang baru dengan ajaran Islam yang haq dan berusaha untuk memberikan warna (rupabentuk) bagi umat ini dengan warna (rupabentuk) Islam yang sempurna dalam setiap aspek kehidupan. Firman Allah Subhanahuwata'ala:

"Sibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya daripada Allah."
(Al Baqarah (2): 138)


Cara mereka adalah dengan merubah adat kebiasaan umum dan mendidik para pendakwah dengan ajaran Islam sehingga mereka menjadi contoh kepada manusia lain dalam keiltizaman, keinginan menjadi contoh dan melaksanakan hukum-hukum Islam."

Realiti umat Islam kini

Musuh-musuh Islam telah melakukan pelbagai konspirasi untuk melemahkan umat Islam. Pada tahun 1924 musuh-musuh Islam telah berjaya meruntuhkan khilafah Islamiyah yang menjadi wadah penyatuan umat meski pun pada masa itu khilafah Islamiyah telah lemah. Maka umat Islam pun berpecah-belah dan bercerai-berai. Negara Islam dibahagi-bahagikan kepada negara-negara yang kecil.

Musuh Islam mengangkat para pemimpin di negara-negara Islam dari kalangan umat Islam sendiri, tetapi menjadi boneka musuh. Musuh telah membuka jalan kepada bonekanya untuk menguasai kekayaan umat Islam.

Setelah musuh berjaya memecah-belahkan umat, maka musuh terus menyerang aqidah umat. Aqidah umat Islam dihakis dan nilai-nilai iman dipesongkan atau dihapuskan. Tarikat-tarikat sufi yang menyeleweng disokong dan disuburkan sehingga sebahagian umat mempercayai kemampuan luar biasa sheikh-sheikh yang mereka anggap sebagai wali. Ada di kalangan umat yang berbuat bid’ah di makam-makam tertentu yang mereka percaya boleh menyembuh penyakit dan meluaskan rezeki.

Musuh juga membuka pintu kepada ajaran komunisma, sekularisma dan ‘freemasonary’ agar terus menaburkan racun kepada din Islam.

Akibat dari kerja-kerja musuh itu lahirlah generasi umat Islam yang lemah aqidah dan jahil kefahaman terhadap Islam. Pemikiran mereka telah dijajah dan hati mereka telah mengilahkan selain daripada Allah Subhanahuwata’ala.

Namun, bukan setakat itu, musuh Islam meneruskan usaha menghancurkan umat Islam dengan memusnahkan nilai-nilai kebaikan yang masih tersisa di dalam hati-hati umat. Mereka menenggelamkan umat ke dalam lautan syahwat. Mereka mengarahkan perhatian umat kepada filem-filem, isu-isu sensasi, gambar-gambar yang menjolok mata, pertandingan sukan dan pelbagai aktiviti yang sia-sia serta merosakkan. Mereka pergunakan sepenuhnya media masa yang mereka kuasai untuk menghancurkan umat.

Wilayah-wilayah Islam pula sedikit demi sedikit dimusnahkan. Dulu Andalus, sekarang Palestin, Kashmir, Bosnia, Afghanistan, Chechen dan Iraq.

Musuh utama Islam, iaitu gerakan zionisme antarabangsa, telah mengumpulkan seluruh bangsa di bumi ini untuk menghancurkan umat Islam. Mereka dengan licik membuat penipuan dan rancangan untuk menyerang negara-negara Islam dari pelbagai penjuru. Pada setiap hari dunia dihidangkan dengan berita penghinaan, kezaliman dan pembunuhan terhadap umat. Umat Islam telah menjadi lebih terlantar daripada anak yatim yang terbiar.



Wajib melakukan perubahan

Realiti pahit yang dialami oleh umat Islam mewajibkan setiap muslim untuk melakukan perubahan. Setiap muslim yang menghadap Allah Subhanahuwata’ala, tetapi beliau tidak menolong din Nya akan berdosa. Kita merasa malu untuk berhadapan dengan Allah Subhanahuwata’ala jika kita tidak berbuat sesuatu untuk meninggikan kalimah Nya dan membebaskan negara-negara Islam daripada penguasaan musuh-musuh Nya.

Seandainya kita tidak bergerak dan berjuang mulai sekarang, maka hendaklah kita takut akan ancaman Allah Subhanahuwata’ala:


“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim sahaja di antara kamu,”
(Al Anfal (8): 25)



Dalil-dalil wajib berkerja untuk menegakkan Islam

Dalil-dalil yang mewajibkan muslim untuk berkerja melakukan perubahan dan menegakkan Islam ialah:

1. Jihad di jalan Allah Subhanahuwata’ala merupakan fardhu ‘ain bagi muslim apabila tanahnya dirampas oleh musuh. Apabila dia tidak mampu untuk membebaskannya, maka hukumnya wajib bagi mereka yang hampir, dan bagitulah seterusnya. Kewajipan ini tidak gugur kecuali dengan berkerja untuk membebaskan tanah-tanah yang telah dirampas itu. Hukum ini telah disepakati oleh para fuqaha’.

Kita semua telah masuk ke dalam kerangka wajib berjihad yang menjadi fardhu a’in.

2. Allah Subhanahuwata’ala telah mensifatkan umat Islam sebagai sebagai umat yang terbaik disebabkan mereka mengajak kepada ma’ruf dan mencegah daripada mungkar. Firman Allah Subhanahuwata’ala:


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah daripada mungkar, dan beriman kepada Allah.”
(Ali ‘Imran (3) : 110)

Mungkar yang paling besar yang berlaku pada umat ialah hilangnya syari’at dan hukum Allah yang syumul dalam sistem kehidupan umat.

Manakala ma’ruf yang paling besar ialah meninggikan kalimah Allah Subhanahuwata’ala, melaksanakan syari’at Nya dan mengembalikan umat kepada sistem kehidupan Islam yang syumul.

Amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah tugas wajib bagi setiap muslim. Orang yang berilmu tidak boleh meninggalkan da’wah (amar ma’ruf dan nahi mungkar) di atas alasan masih belum beramal dengan ilmunya. Bahkan, dia wajib berusaha untuk beramal dengan ilmunya dan menegakkan da’wah Islamiyah. Orang yang kurang ilmu pula tidak boleh meninggalkan da’wah di atas alasan kekurangan ilmunya. Bahkan dia wajib menuntut ilmu, berusaha beramal dengan ilmunya dan menegakkan da’wah sesuai dengan kemampuannya.

Said bin Jubair menyatakan, “Seandainya seseorang tidak menyuruh kepada ma’ruf dan tidak mencegah daripada mungkar (kerana merasakan belum berilmu atau belum beramal dengan ilmunya), maka nescaya tidak akan ada seorang pun yang menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah daripada mungkar (kerana setiap manusia akan merasakan dia belum sempurna).”

Justeru itu muslim perlu menghayati panduan yang dinyatakan oleh Mustafa Masyhur:


“Perbaikilah dirimu dan serulah manusia lain (kepada Islam)”

Kewajiban Beramal (1)


Realiti umat Islam kini

Musuh-musuh Islam telah melakukan pelbagai konspirasi untuk melemahkan umat Islam. Pada tahun 1924 musuh-musuh Islam telah berjaya meruntuhkan khilafah Islamiyah yang menjadi wadah penyatuan umat meski pun pada masa itu khilafah Islamiyah telah lemah. Maka umat Islam pun berpecah-belah dan bercerai-berai. Negara Islam dibahagi-bahagikan kepada negara-negara yang kecil.

Musuh Islam mengangkat para pemimpin di negara-negara Islam dari kalangan umat Islam sendiri, tetapi menjadi boneka musuh. Musuh telah membuka jalan kepada bonekanya untuk menguasai kekayaan umat Islam.

Setelah musuh berjaya memecah-belahkan umat, maka musuh terus menyerang aqidah umat. Aqidah umat Islam dihakis dan nilai-nilai iman dipesongkan atau dihapuskan. Tarikat-tarikat sufi yang menyeleweng disokong dan disuburkan sehingga sebahagian umat mempercayai kemampuan luar biasa sheikh-sheikh yang mereka anggap sebagai wali. Ada di kalangan umat yang berbuat bid’ah di makam-makam tertentu yang mereka percaya boleh menyembuh penyakit dan meluaskan rezeki.

Musuh juga membuka pintu kepada ajaran komunisma, sekularisma dan ‘freemasonary’ agar terus menaburkan racun kepada din Islam.

Akibat dari kerja-kerja musuh itu lahirlah generasi umat Islam yang lemah aqidah dan jahil kefahaman terhadap Islam. Pemikiran mereka telah dijajah dan hati mereka telah mengilahkan selain daripada Allah Subhanahuwata’ala.

Namun, bukan setakat itu, musuh Islam meneruskan usaha menghancurkan umat Islam dengan memusnahkan nilai-nilai kebaikan yang masih tersisa di dalam hati-hati umat. Mereka menenggelamkan umat ke dalam lautan syahwat. Mereka mengarahkan perhatian umat kepada filem-filem, isu-isu sensasi, gambar-gambar yang menjolok mata, pertandingan sukan dan pelbagai aktiviti yang sia-sia serta merosakkan. Mereka pergunakan sepenuhnya media masa yang mereka kuasai untuk menghancurkan umat.

Wilayah-wilayah Islam pula sedikit demi sedikit dimusnahkan. Dulu Andalus, sekarang Palestin, Kashmir, Bosnia, Afghanistan, Chechen dan Iraq.

Musuh utama Islam, iaitu gerakan zionisme antarabangsa, telah mengumpulkan seluruh bangsa di bumi ini untuk menghancurkan umat Islam. Mereka dengan licik membuat penipuan dan rancangan untuk menyerang negara-negara Islam dari pelbagai penjuru. Pada setiap hari dunia dihidangkan dengan berita penghinaan, kezaliman dan pembunuhan terhadap umat. Umat Islam telah menjadi lebih terlantar daripada anak yatim yang terbiar.



Wajib melakukan perubahan

Realiti pahit yang dialami oleh umat Islam mewajibkan setiap muslim untuk melakukan perubahan. Setiap muslim yang menghadap Allah Subhanahuwata’ala, tetapi beliau tidak menolong din Nya akan berdosa. Kita merasa malu untuk berhadapan dengan Allah Subhanahuwata’ala jika kita tidak berbuat sesuatu untuk meninggikan kalimah Nya dan membebaskan negara-negara Islam daripada penguasaan musuh-musuh Nya.

Seandainya kita tidak bergerak dan berjuang mulai sekarang, maka hendaklah kita takut akan ancaman Allah Subhanahuwata’ala:


“Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim sahaja di antara kamu,”
(Al Anfal (8): 25)



Dalil-dalil wajib berkerja untuk menegakkan Islam

Dalil-dalil yang mewajibkan muslim untuk berkerja melakukan perubahan dan menegakkan Islam ialah:

1. Jihad di jalan Allah Subhanahuwata’ala merupakan fardhu ‘ain bagi muslim apabila tanahnya dirampas oleh musuh. Apabila dia tidak mampu untuk membebaskannya, maka hukumnya wajib bagi mereka yang hampir, dan bagitulah seterusnya. Kewajipan ini tidak gugur kecuali dengan berkerja untuk membebaskan tanah-tanah yang telah dirampas itu. Hukum ini telah disepakati oleh para fuqaha’.

Kita semua telah masuk ke dalam kerangka wajib berjihad yang menjadi fardhu a’in.

2. Allah Subhanahuwata’ala telah mensifatkan umat Islam sebagai sebagai umat yang terbaik disebabkan mereka mengajak kepada ma’ruf dan mencegah daripada mungkar. Firman Allah Subhanahuwata’ala:


“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah daripada mungkar, dan beriman kepada Allah.”
(Ali ‘Imran (3) : 110)

Mungkar yang paling besar yang berlaku pada umat ialah hilangnya syari’at dan hukum Allah yang syumul dalam sistem kehidupan umat.

Manakala ma’ruf yang paling besar ialah meninggikan kalimah Allah Subhanahuwata’ala, melaksanakan syari’at Nya dan mengembalikan umat kepada sistem kehidupan Islam yang syumul.

Amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah tugas wajib bagi setiap muslim. Orang yang berilmu tidak boleh meninggalkan da’wah (amar ma’ruf dan nahi mungkar) di atas alasan masih belum beramal dengan ilmunya. Bahkan, dia wajib berusaha untuk beramal dengan ilmunya dan menegakkan da’wah Islamiyah. Orang yang kurang ilmu pula tidak boleh meninggalkan da’wah di atas alasan kekurangan ilmunya. Bahkan dia wajib menuntut ilmu, berusaha beramal dengan ilmunya dan menegakkan da’wah sesuai dengan kemampuannya.

Said bin Jubair menyatakan, “Seandainya seseorang tidak menyuruh kepada ma’ruf dan tidak mencegah daripada mungkar (kerana merasakan belum berilmu atau belum beramal dengan ilmunya), maka nescaya tidak akan ada seorang pun yang menyuruh kepada ma’ruf dan mencegah daripada mungkar (kerana setiap manusia akan merasakan dia belum sempurna).”

Justeru itu muslim perlu menghayati panduan yang dinyatakan oleh Mustafa Masyhur:


“Perbaikilah dirimu dan serulah manusia lain (kepada Islam)”

Wednesday, December 09, 2009


Akhir November lalu menandakan hari kemenangan bagi umat Islam sempena Idul Adha. Di hari tersebut adalah kesempatan untuk bersama keluarga bagi meraikan hari yang mulia. Namun bagi kebanyakan warga Palestin, sambutan Idul Adha tidak terlalu meriah. Rajaa Abu Rahmah, berusia 19 tahun, hanya mempunyai satu keinginan di hari mulia tersebut - untuk melihat ayahnya dibebaskan dari penjara Israel.

Pada10 Julai 2009, Adeeb Abu Rahmah, seorang aktivis dan penganjur demonstrasi terkemuka daripada Tebing Barat yang diduduki desa Bilin, ditangkap ketika mengadakan demonstrasi mingguan. Adeeb sentiasa komited dengan aksi demonstrasi yang beliau anjurkan tanpa kekerasan. Beliau didakwa dengan kesalahan "hasutan yang mengarah pada kekerasan," alasan yang sering digunakan untuk mendakwa para demonstrasi kalangan masyarakat Palestin yang menentang penyitaan terhadap tanah mereka.

Seorang hakim memutuskan bahawa Adeeb boleh dilepaskan namun dengan syarat melarang beliau daripada menghadiri sebarang tunjuk perasaan, malangnya pendakwa raya berjaya meeyakinkan mahkamah bahawa Adeeb perlu di tahan, maka Adeeb akan ditahan sehingga akhir proses undang-undang. Adalah menjadi kebiasaan mana-mana kes yang di bentangkan di mahkamah tentera Israel akan berlangsung selama lebih dari satu tahun, bererti Addeb terpasa meninggalkan keluarganya yang tercinta dan merengkok di penjara.

Jody McIntyre (wartawan dari UK) telah mewawancara Rajaa, puteri sulung Adeeb, untuk melihat bagaimana keluarga itu menghadapi saat Idul Adha tanpa kelibat ayah tercinta.

Rajaa Abu Rahmah (RA): Saya ada tujuh adik perempuan dan dua orang adik lelaki. Saya belajar perubatan di Universiti al-Quds.

Jody McIntyre(JM): Pada pandangan anda mengapa ayah kamu ditangkap?

RA: Kerana dia berjuang melawan kewujudan tembok pemisahan dan penempatan haram Israel, dan untuk mempertahankan tanah air kami. Mereka berkata dalam penghakiman terhadap ayah saya bahawa mereka akan menjatukan hukuman yang keras untuk ayah saya untuk menjadikan pengajaran kepada orang lain yang menyertai perlawanan tanpa kekerasan, jadi saya kira mereka menggunakan ayah saya sebagai simbol untuk menghalang orang lain daripada meneruskan perjuangan mereka.


JM: Pihak berkuasa Israel berusaha mensabitkan ayah anda sebagai seorang yang penghasut kepada rusuhan keganasan, tetapi bolehkan anda ceritakan siapa yang sebenarnyar karektor ayah anda secara peribadi?

RA: Semua orang yang berjuang dengan beliau pada setiap minggu boleh memberitahu anda bahawa ayah saya bukan lelaki yang menganjur kekerasan. Namun yang lebih penting, kami punya hak untuk berada di tanah air kami, anda tidak boleh menghentikan mereka yang berjuang ini daripada menolak mereka daripada menentang pendudukan secara haram yang dilakukan Israel yang merampas tanah mereka. Ayah saya berjuang untuk haknya dengan caranya sendiri, dengan pergi ke tembok pemisahan tersebut untuk berdemonstrasi, dan berteriak-teriak agar suaranya didengar. Anda tidak boleh mengatakan bahawa itu salah bagi seorang lelaki untuk membela hak-haknya.

JM: Bagaimana kehidupan keluarga anda sejak ayah anda dimasukan ke penjara?

RA: Saya anak sulung, jadi tidak ada saudara untuk mengurus keluarga. Sebahagian besar adik-adik saya adalah anak-anak kecil. Sejak ayah di penjara, kami tidak mempunyai sumber pendapatan, sehingga sokongan kewangan kami semakin meruncing. Kejadian ini mempengaruhi perasaan kami, kami tidak mempunyai perasaan aman dan bimbang keselamatan kami.

Adik bongsu saya selalu menangis ketika teringatkan ayah kami, dan semua adik-adik sangat ketakutan ketika mereka melihat pasukan pendudukan Israel. Saya merasakan apabila mereka melihat tentera mengingatkan mereka tentang mengapa mereka tidak dapat bersama ayah mereka.

Kami berhadapan hari yang sukar, khususnya semasa Aidilfiti yang lalu dan sekarang Idul Adha ... ini adalah hari kedua kami telah dipaksa untuk menghabiskan saat bersama keluarga tanpa ayah kami. Hari-hari kegembiraan ini seharusnya menjadi waktu untuk keluarga bersama dan meraikan kebahagiaan, tetapi tanpa ayah kami di sisi, tidak ada kegembiraan lagi buat kamu. Bahkan kami menajdi lebih sedih memikirkan bahawa ayah berada di dalam keadaan yang tidak selesa, malahan menderita kesejukan penjara tentera Israel.

Adik saya Duaa berusia 18 tahun, beliau dijangka akan berkahwin pada musim panas ini, tetapi sekarang ayah kami telah dipenjarakan, maka kami harus menangguhkan perkahwinan ini sehingga ayah dibebaskan.

JM: Apakah anda tahu bila ayahmu akan dibebaskan?

RA: Mahkamah mengatakan bahawa kemungkinan ayah saya dipenjara selama14 bulan, tetapi mereka boleh memperbaharui keputusan tanpa batas waktu, sehingga tak satu pun daripada kami yang tahu bila kami akan bersua dengan ayah kami lagi.

JM: Apakah penangkapan ayah anda mejjejaskan pengajian anda?

RA: semester ini saya menghadapi banyak masalah untuk membayar yuran pengajian universiti saya, dan saya selalu terlepas tarikh akhir untuk membayar. Ianya mempengaruhi perasaan saya, sukar untuk saya memberikan tumpaun pada pemnelajaran saya kerana memikirkan ayah di penjara.

Namun, pengalaman juga membuat saya merasa lebih kuat. Sebagai anak sulung, saya tahu bahawa saya bertanggungjawab atas adik-adik, dan saya ingin berusaha untuk mengisi kekosongan yang telah ayah kami tingalkan.

JM: Apakah mesej anda kepada pihak berkuasa yang bertanggungjawab untuk menmenjarakan ayah anda?

RA: Ayah saya tidak melakukan apa-apa kesalahan pun untuk anda, dan dia mempunyai hak untuk membela tanah air yang telah anda rampas, maka anda harus melepaskan dia.

JM: Saat ayahmu dibebaskan kelak, apa yang akan menjadi perkara pertama yang anda katakan kepadanya?

RA: Bahawa saya merindukannya.

(Diterjemahkan oleh Mohd Razali Maarof. Sumber: www.haluanpalestin.org.)

Bebaskan Ayah Saya! Dia Hanya Berjuang Membebaskan Tanah Air Kami Yang Dirampas: Suara Kecil Gadis Palestin


Akhir November lalu menandakan hari kemenangan bagi umat Islam sempena Idul Adha. Di hari tersebut adalah kesempatan untuk bersama keluarga bagi meraikan hari yang mulia. Namun bagi kebanyakan warga Palestin, sambutan Idul Adha tidak terlalu meriah. Rajaa Abu Rahmah, berusia 19 tahun, hanya mempunyai satu keinginan di hari mulia tersebut - untuk melihat ayahnya dibebaskan dari penjara Israel.

Pada10 Julai 2009, Adeeb Abu Rahmah, seorang aktivis dan penganjur demonstrasi terkemuka daripada Tebing Barat yang diduduki desa Bilin, ditangkap ketika mengadakan demonstrasi mingguan. Adeeb sentiasa komited dengan aksi demonstrasi yang beliau anjurkan tanpa kekerasan. Beliau didakwa dengan kesalahan "hasutan yang mengarah pada kekerasan," alasan yang sering digunakan untuk mendakwa para demonstrasi kalangan masyarakat Palestin yang menentang penyitaan terhadap tanah mereka.

Seorang hakim memutuskan bahawa Adeeb boleh dilepaskan namun dengan syarat melarang beliau daripada menghadiri sebarang tunjuk perasaan, malangnya pendakwa raya berjaya meeyakinkan mahkamah bahawa Adeeb perlu di tahan, maka Adeeb akan ditahan sehingga akhir proses undang-undang. Adalah menjadi kebiasaan mana-mana kes yang di bentangkan di mahkamah tentera Israel akan berlangsung selama lebih dari satu tahun, bererti Addeb terpasa meninggalkan keluarganya yang tercinta dan merengkok di penjara.

Jody McIntyre (wartawan dari UK) telah mewawancara Rajaa, puteri sulung Adeeb, untuk melihat bagaimana keluarga itu menghadapi saat Idul Adha tanpa kelibat ayah tercinta.

Rajaa Abu Rahmah (RA): Saya ada tujuh adik perempuan dan dua orang adik lelaki. Saya belajar perubatan di Universiti al-Quds.

Jody McIntyre(JM): Pada pandangan anda mengapa ayah kamu ditangkap?

RA: Kerana dia berjuang melawan kewujudan tembok pemisahan dan penempatan haram Israel, dan untuk mempertahankan tanah air kami. Mereka berkata dalam penghakiman terhadap ayah saya bahawa mereka akan menjatukan hukuman yang keras untuk ayah saya untuk menjadikan pengajaran kepada orang lain yang menyertai perlawanan tanpa kekerasan, jadi saya kira mereka menggunakan ayah saya sebagai simbol untuk menghalang orang lain daripada meneruskan perjuangan mereka.


JM: Pihak berkuasa Israel berusaha mensabitkan ayah anda sebagai seorang yang penghasut kepada rusuhan keganasan, tetapi bolehkan anda ceritakan siapa yang sebenarnyar karektor ayah anda secara peribadi?

RA: Semua orang yang berjuang dengan beliau pada setiap minggu boleh memberitahu anda bahawa ayah saya bukan lelaki yang menganjur kekerasan. Namun yang lebih penting, kami punya hak untuk berada di tanah air kami, anda tidak boleh menghentikan mereka yang berjuang ini daripada menolak mereka daripada menentang pendudukan secara haram yang dilakukan Israel yang merampas tanah mereka. Ayah saya berjuang untuk haknya dengan caranya sendiri, dengan pergi ke tembok pemisahan tersebut untuk berdemonstrasi, dan berteriak-teriak agar suaranya didengar. Anda tidak boleh mengatakan bahawa itu salah bagi seorang lelaki untuk membela hak-haknya.

JM: Bagaimana kehidupan keluarga anda sejak ayah anda dimasukan ke penjara?

RA: Saya anak sulung, jadi tidak ada saudara untuk mengurus keluarga. Sebahagian besar adik-adik saya adalah anak-anak kecil. Sejak ayah di penjara, kami tidak mempunyai sumber pendapatan, sehingga sokongan kewangan kami semakin meruncing. Kejadian ini mempengaruhi perasaan kami, kami tidak mempunyai perasaan aman dan bimbang keselamatan kami.

Adik bongsu saya selalu menangis ketika teringatkan ayah kami, dan semua adik-adik sangat ketakutan ketika mereka melihat pasukan pendudukan Israel. Saya merasakan apabila mereka melihat tentera mengingatkan mereka tentang mengapa mereka tidak dapat bersama ayah mereka.

Kami berhadapan hari yang sukar, khususnya semasa Aidilfiti yang lalu dan sekarang Idul Adha ... ini adalah hari kedua kami telah dipaksa untuk menghabiskan saat bersama keluarga tanpa ayah kami. Hari-hari kegembiraan ini seharusnya menjadi waktu untuk keluarga bersama dan meraikan kebahagiaan, tetapi tanpa ayah kami di sisi, tidak ada kegembiraan lagi buat kamu. Bahkan kami menajdi lebih sedih memikirkan bahawa ayah berada di dalam keadaan yang tidak selesa, malahan menderita kesejukan penjara tentera Israel.

Adik saya Duaa berusia 18 tahun, beliau dijangka akan berkahwin pada musim panas ini, tetapi sekarang ayah kami telah dipenjarakan, maka kami harus menangguhkan perkahwinan ini sehingga ayah dibebaskan.

JM: Apakah anda tahu bila ayahmu akan dibebaskan?

RA: Mahkamah mengatakan bahawa kemungkinan ayah saya dipenjara selama14 bulan, tetapi mereka boleh memperbaharui keputusan tanpa batas waktu, sehingga tak satu pun daripada kami yang tahu bila kami akan bersua dengan ayah kami lagi.

JM: Apakah penangkapan ayah anda mejjejaskan pengajian anda?

RA: semester ini saya menghadapi banyak masalah untuk membayar yuran pengajian universiti saya, dan saya selalu terlepas tarikh akhir untuk membayar. Ianya mempengaruhi perasaan saya, sukar untuk saya memberikan tumpaun pada pemnelajaran saya kerana memikirkan ayah di penjara.

Namun, pengalaman juga membuat saya merasa lebih kuat. Sebagai anak sulung, saya tahu bahawa saya bertanggungjawab atas adik-adik, dan saya ingin berusaha untuk mengisi kekosongan yang telah ayah kami tingalkan.

JM: Apakah mesej anda kepada pihak berkuasa yang bertanggungjawab untuk menmenjarakan ayah anda?

RA: Ayah saya tidak melakukan apa-apa kesalahan pun untuk anda, dan dia mempunyai hak untuk membela tanah air yang telah anda rampas, maka anda harus melepaskan dia.

JM: Saat ayahmu dibebaskan kelak, apa yang akan menjadi perkara pertama yang anda katakan kepadanya?

RA: Bahawa saya merindukannya.

(Diterjemahkan oleh Mohd Razali Maarof. Sumber: www.haluanpalestin.org.)

Monday, December 07, 2009

Bilangan orang Yahudi yang dikaitkan dengan jurnalisme dan media berita amat besar pengaruhnya di Amerika Syarikat, misalnya, tiga dari jaringan televisyen dan radio utama dan terbesar di Amerika diterajui oleh eksekutif-eksekutif Yahudi-AS.
Mengapa mereka berkecimpung dalam media massa? Bagi mereka, kebebasan berbicara atau mengeluarkan pendapat adalah jantung demokrasi. Untuk melindungi kebebasan itu, mereka hadir dalam perusahaan-perusahaan penerbitan, bilik berita, dan stesyen-stesyen televisyen.

Terdapat enam tokoh jurnalisme dan media berita berdarah Yahudi dengan yang amat besar pengaruh dalam dunia global hari ini. Mereka adalah Baron Paul J. Reuter (1816-1899), Adolph Ochs (1858-1935), Joseph Pulitzer (1847-1911), David Sarnoff (1891-1971), William S. Paley, dan Rupert Murdoch (lahir 1931).

Mari kita berkenalan dengan Baron Paul J. Reuter (1816-1899), Adolph Ochs (1858-1935) dan Rupert Murdoch (lahir 1931).


Reuter’s News Service
Pelapor berita antarabangsa pertama dan terbesar di dunia dipelopori Baron Paul J. Reuter. Lelaki berdarah Yahudi dan kelahiran Jerman ini kemudian menetap di UK dan dihormati dengan baron, suatu gelar kebangsawanan Inggeris. Pusat berita antarabangsa pertama yang dibinanya dikenali sebagai Reuter’s News Service, suatu organisasi layanan berita terbesar di dunia.
Reuter juga menguasaidua jenis teknologi komunikasi yang lain. Pertama, komunikasi melalui kawat-kawat telegrafi; dan, kedua, komunikasi melalui kabel-kabel bawah laut. Kedua jenis komunikasi itu berguna sebagai jaringan pengiriman berita antara benua.


New York Times (NYT)

Akhbar Harian The New York Times (NYT), amat popular sehingga ia disebut dalam salah satu lirik “Saturday Night Fever” yang dibuat menjadi suatu hit dunia tahun 1980-an oleh The Bee Gees dari Australia. NYT memang salah satu akhbar harian berpengaruh di Amerika Syarikat dan dunia. Pemilik dan pengelola pada peringkat awalnya adalah Adolph Ochs,
seorang pengusaha kewartawanan berdarah Yahudi-AS.
Ochs pada peringkat awalnya tidak memiliki dan mengelola NYT. Penerbit akhbar kelahiran Ohio, Amerika Syarikat ini pada mula-mulanya membeli dan mengurus Chattanooga Times tahun 1878, akhbar terkemuka di Amerika Syarikat di sebelah selatan. Lapan belas tahun kemudian, dia membeli dan mengurus The New York Times.
Apa yang menyebabkan NYT menjadi akhbar harian yang berpengaruh? Barangkali, pandangan Adolph Ochs tentang dunia kewartawaman dapat menjelaskan sebab-sebabnya. Dia sangat memusuhi sensasionalisme dalam berita. Akan tetapi, dia menekankan liputan yang komprehensif, jujur, dan tidak berpihak. Sikap tidak berpihak itu dia tegaskan demikian: “tanpa rasa takut atau tanpa keberpihakan”.


News Corporation

Pengerusi dan Ketua Pegawai Eksekutif News Corporation: Rupert Murdoch

Warganegara: Amerika.

Lahir: 11 Mac 1931, di Melbourne, Australia.

Pendidikan: Worcester College, MA, 1953.

Keluarga: Anak Arthur Keith Lay (wartawan) dan Elisabeth Joy Greene (dermawan);
- berkahwin dengan Patricia Brooker (pramugari), bercerai; seorang anak;
- berkahwin dengan Anna Torv (wartawan dan novelis; bercerai); tiga orang anak
- berkahwin kali ketiga dengan Wendi Deng (setiausaha); dua orang anak

Kerjaya: Daily Express (London), 1953-1954, redaksi bahagian; Adelaide News, 1954 -, penerbit; Southern TV (Adelaide, Channel 9), 1959 -, pemilik; Sydney Daily dan Sunday Mirror, 1960 -, penerbit; Australia, 1964 -, pengasas dan penerbit; London News of the World, 1969 -, penerbit; London Mon, 1969 -, penerbit; News Antarabangsa, 1969-1987, pengerusi lembaga pengarah; 1969-1981, Chief Executive Officer; News Corporation, 1979 -- , CEO; Times Newspapers Holdings, 1982-1990, pengerusi lembaga pengarah; News Corporation, 1991 -, pengerusi lembaga pengarah; Twentieth Century Fox, 1992 -, CEO dan pengerusi lembaga pengarah; Fox License, 1992 -, CEO dan pengerusi papan; News Antarabangsa, 1994-1995, pengerusi lembaga pengarah; Times Newspapers Holdings, 1994, pengerusi lembaga pengarah; Fox Entertainment Group, 1995 -, CEO; British Sky Broadcasting, 1999 -, pengerusi lembaga pengarah; Shine Ltd, 2001 -, CEO dan pengerusi lembaga pengarah.

Pernah menerima anugerah : Humanitarian of the Year, United Jewish Appeal, 1997

Rangkaian syarikat beliau:

Filmed Entertainment - News Corporation
20th Century Fox
20th Century Fox Espanol
20th Century Fox Home Entertainment
20th Century Fox International
20th Century Fox Television
Blue Sky Studios
Fox Searchlight Pictures
Fox Studios Australia
Fox Studios LA
Fox Studios Baja
Fox Television Studios

Television - News Corporation
Fox Broadcasting Company
Fox Sports Australia
Fox Television Stations
FOXTEL
STAR

Cable Television owned by News Corporation
Fox Movie Channel
Fox News Channel
Fox Sports Digital
Fox Sports Enterprises
Fox Sports Espanol
Fox Sports Net
Fox Sports World
FUEL
FX
National Geographic Channel
SPEED Channel
Stats, Inc

Direct Broadcast & Satellite Television - News Corporation
BskyB
DIRECTV
FOXTEL
Sky Italia

Magazines - News Corporation
Inside Out
Donna Hay
News America Marketing
Smart Source
The Weekly Standard
Gemstar

Newspapers - News Corporation
Australasian region Newspapers:
Daily Telegraph
Fiji Times
Gold Coast Bulletin
Herald Sun
Newsphotos
Newspix
Newstext
NT News
Post Courier
Sunday Herald Sun
Sunday Mail
Sunday Tasmanian
Sunday Territorian
Sunday Times
The Advertiser
The Australian
The Courier Mail
The Mercury
The Sunday Mail
The Sunday Telegraph
Weekly Times
United Kingdom region Newspapers:
News International
News of the World
The Sun
The Sunday Times
The Times
Times Education Supplement
Times Higher Education Supplement
Times Literary Supplement
TSL Education
United States region Newspapers:
New York Post

Books - News Corporation
Harper Collins Publishers
- Australia
- Canada
- Childrens Books
- United States
- United Kingdom
Regan Books
Zondervan

Other Investments - News Corporation
MySpace.com Profile
Festival Records
Mushroom Records
National Rugby League - Australia
News Interactive
News Outdoor
Nursery World

Empayar Media Dikuasai Bangsa Yahudi?

Bilangan orang Yahudi yang dikaitkan dengan jurnalisme dan media berita amat besar pengaruhnya di Amerika Syarikat, misalnya, tiga dari jaringan televisyen dan radio utama dan terbesar di Amerika diterajui oleh eksekutif-eksekutif Yahudi-AS.
Mengapa mereka berkecimpung dalam media massa? Bagi mereka, kebebasan berbicara atau mengeluarkan pendapat adalah jantung demokrasi. Untuk melindungi kebebasan itu, mereka hadir dalam perusahaan-perusahaan penerbitan, bilik berita, dan stesyen-stesyen televisyen.

Terdapat enam tokoh jurnalisme dan media berita berdarah Yahudi dengan yang amat besar pengaruh dalam dunia global hari ini. Mereka adalah Baron Paul J. Reuter (1816-1899), Adolph Ochs (1858-1935), Joseph Pulitzer (1847-1911), David Sarnoff (1891-1971), William S. Paley, dan Rupert Murdoch (lahir 1931).

Mari kita berkenalan dengan Baron Paul J. Reuter (1816-1899), Adolph Ochs (1858-1935) dan Rupert Murdoch (lahir 1931).


Reuter’s News Service
Pelapor berita antarabangsa pertama dan terbesar di dunia dipelopori Baron Paul J. Reuter. Lelaki berdarah Yahudi dan kelahiran Jerman ini kemudian menetap di UK dan dihormati dengan baron, suatu gelar kebangsawanan Inggeris. Pusat berita antarabangsa pertama yang dibinanya dikenali sebagai Reuter’s News Service, suatu organisasi layanan berita terbesar di dunia.
Reuter juga menguasaidua jenis teknologi komunikasi yang lain. Pertama, komunikasi melalui kawat-kawat telegrafi; dan, kedua, komunikasi melalui kabel-kabel bawah laut. Kedua jenis komunikasi itu berguna sebagai jaringan pengiriman berita antara benua.


New York Times (NYT)

Akhbar Harian The New York Times (NYT), amat popular sehingga ia disebut dalam salah satu lirik “Saturday Night Fever” yang dibuat menjadi suatu hit dunia tahun 1980-an oleh The Bee Gees dari Australia. NYT memang salah satu akhbar harian berpengaruh di Amerika Syarikat dan dunia. Pemilik dan pengelola pada peringkat awalnya adalah Adolph Ochs,
seorang pengusaha kewartawanan berdarah Yahudi-AS.
Ochs pada peringkat awalnya tidak memiliki dan mengelola NYT. Penerbit akhbar kelahiran Ohio, Amerika Syarikat ini pada mula-mulanya membeli dan mengurus Chattanooga Times tahun 1878, akhbar terkemuka di Amerika Syarikat di sebelah selatan. Lapan belas tahun kemudian, dia membeli dan mengurus The New York Times.
Apa yang menyebabkan NYT menjadi akhbar harian yang berpengaruh? Barangkali, pandangan Adolph Ochs tentang dunia kewartawaman dapat menjelaskan sebab-sebabnya. Dia sangat memusuhi sensasionalisme dalam berita. Akan tetapi, dia menekankan liputan yang komprehensif, jujur, dan tidak berpihak. Sikap tidak berpihak itu dia tegaskan demikian: “tanpa rasa takut atau tanpa keberpihakan”.


News Corporation

Pengerusi dan Ketua Pegawai Eksekutif News Corporation: Rupert Murdoch

Warganegara: Amerika.

Lahir: 11 Mac 1931, di Melbourne, Australia.

Pendidikan: Worcester College, MA, 1953.

Keluarga: Anak Arthur Keith Lay (wartawan) dan Elisabeth Joy Greene (dermawan);
- berkahwin dengan Patricia Brooker (pramugari), bercerai; seorang anak;
- berkahwin dengan Anna Torv (wartawan dan novelis; bercerai); tiga orang anak
- berkahwin kali ketiga dengan Wendi Deng (setiausaha); dua orang anak

Kerjaya: Daily Express (London), 1953-1954, redaksi bahagian; Adelaide News, 1954 -, penerbit; Southern TV (Adelaide, Channel 9), 1959 -, pemilik; Sydney Daily dan Sunday Mirror, 1960 -, penerbit; Australia, 1964 -, pengasas dan penerbit; London News of the World, 1969 -, penerbit; London Mon, 1969 -, penerbit; News Antarabangsa, 1969-1987, pengerusi lembaga pengarah; 1969-1981, Chief Executive Officer; News Corporation, 1979 -- , CEO; Times Newspapers Holdings, 1982-1990, pengerusi lembaga pengarah; News Corporation, 1991 -, pengerusi lembaga pengarah; Twentieth Century Fox, 1992 -, CEO dan pengerusi lembaga pengarah; Fox License, 1992 -, CEO dan pengerusi papan; News Antarabangsa, 1994-1995, pengerusi lembaga pengarah; Times Newspapers Holdings, 1994, pengerusi lembaga pengarah; Fox Entertainment Group, 1995 -, CEO; British Sky Broadcasting, 1999 -, pengerusi lembaga pengarah; Shine Ltd, 2001 -, CEO dan pengerusi lembaga pengarah.

Pernah menerima anugerah : Humanitarian of the Year, United Jewish Appeal, 1997

Rangkaian syarikat beliau:

Filmed Entertainment - News Corporation
20th Century Fox
20th Century Fox Espanol
20th Century Fox Home Entertainment
20th Century Fox International
20th Century Fox Television
Blue Sky Studios
Fox Searchlight Pictures
Fox Studios Australia
Fox Studios LA
Fox Studios Baja
Fox Television Studios

Television - News Corporation
Fox Broadcasting Company
Fox Sports Australia
Fox Television Stations
FOXTEL
STAR

Cable Television owned by News Corporation
Fox Movie Channel
Fox News Channel
Fox Sports Digital
Fox Sports Enterprises
Fox Sports Espanol
Fox Sports Net
Fox Sports World
FUEL
FX
National Geographic Channel
SPEED Channel
Stats, Inc

Direct Broadcast & Satellite Television - News Corporation
BskyB
DIRECTV
FOXTEL
Sky Italia

Magazines - News Corporation
Inside Out
Donna Hay
News America Marketing
Smart Source
The Weekly Standard
Gemstar

Newspapers - News Corporation
Australasian region Newspapers:
Daily Telegraph
Fiji Times
Gold Coast Bulletin
Herald Sun
Newsphotos
Newspix
Newstext
NT News
Post Courier
Sunday Herald Sun
Sunday Mail
Sunday Tasmanian
Sunday Territorian
Sunday Times
The Advertiser
The Australian
The Courier Mail
The Mercury
The Sunday Mail
The Sunday Telegraph
Weekly Times
United Kingdom region Newspapers:
News International
News of the World
The Sun
The Sunday Times
The Times
Times Education Supplement
Times Higher Education Supplement
Times Literary Supplement
TSL Education
United States region Newspapers:
New York Post

Books - News Corporation
Harper Collins Publishers
- Australia
- Canada
- Childrens Books
- United States
- United Kingdom
Regan Books
Zondervan

Other Investments - News Corporation
MySpace.com Profile
Festival Records
Mushroom Records
National Rugby League - Australia
News Interactive
News Outdoor
Nursery World

Saturday, December 05, 2009



Get More Islamic Testi Here!


“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepadanya hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(Qs. al-Tagh√Ębun [64]: 11)

Tarbiah dari Tanah Perkuburan Terbesar di Padang Sumatera.



Get More Islamic Testi Here!


“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepadanya hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(Qs. al-Tagh√Ębun [64]: 11)

Friday, December 04, 2009


Akhlak berasal dari perkataan Al Khuluq. Al-Khuluq bererti tabiat atau tingkah laku. Menurut Iman Al Ghazali, akhlak merupakan gambaran tentang keadaan dalam diri manusia yang telah sebati dan daripadanya terbit tingkah laku secara mudah dan senang tanpa memerlukan pertimbangan atau pemikiran. Akhlak sangat penting dan pengaruhnya sangat besar dalam membentuk tingkah laku manusia. Apa saja yang lahir dari manusia atau segala tindak-tanduk manusia adalah sesuai dengan pembawaan dan sifat yang ada dalam jiwanya.

Tepatlah apa yang dikatakan oleh Al-Ghazali dalam bukunya Ihya’ Ulumuddin, “Sesungguhnya semua sifat yang ada dalam hati akan lahir pengaruhnya (tandanya) pada anggota manusia, sehingga tidak ada suatu perbuatan pun melainkan semuanya mengikut apa yang ada dalam hati manusia”.

Tingkah laku atau perbuatan manusia mempunyai hubungan yang erat dengan sifat dan pembawaan dalam hatinya. Umpama pokok dengan akarnya. Bermakna, tingkah laku atau perbuatan seseorang akan baik apabila baik akhlaknya, sepertimana pokok, apabila baik akarnya maka baiklah pokoknya. Apabila rosak akar, maka akan rosaklah pokok dan cabangnya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”
(Al- A’raf: 58)

Akhlaq yang mulia adalah matlamat utama bagi ajaran Islam. Ini telah dinyatakan oleh Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam dalam hadisnya (yang bermaksud, antara lain:


“Sesungguhnya aku diutuskan hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”.

Hal ini ditegaskan lagi oleh ayat al-Qur’an dalam firman Allah:

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”
(Al-Qalam: 4)


Juga dalam firman Allah swt. lagi:

"Orang –orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allah kembali segala urusan."
(Al Hajj, 22 : 41)

Firman Allah swt. lagi:

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak–anak yatim, orang-orang miskin, (yang memerlukan pertolongngan) dan orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan solat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (Al-Baqarah, 2: 177)

Akhlaq yang mulia adalah merupakan tanda dan hasil dari iman yang sebenar. Tidak ada nilai bagi iman yang tidak disertai oleh akhlak. Sebuah athar menyatakan (antara lain, bermaksud):

“Bukanlah iman itu hanya dengan cita – cita tetapi iman itu ialah keyakinan yang tertanam didalam hati dan dibuktikan dengan amalan”

Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam pernah ditanya: Apa itu agama? Baginda menjawab: Kemuliaan akhlaq (Husnul Khulq). Bila ditanya tentang kejahatan, baginda menjawab: Akhlaq yang buruk (Su’ul khalq).

Diriwayatkan dari Annawas bin Sam’an ra. berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang bakti dan dosa, maka jawab Nabi saw. “Bakti itu baik budi pekerti, dan dosa itu ialah semua yang meragukan dalam hati dan tidak suka diketahui orang.” (HR. Muslim)

Abu Darda berkata, “Bersabda Nabi saw, “Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat daripada husnul Khulq (akhlak yang baik).” (HR. At Tirmidzi)

Aisyah ra. Berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin yang dapat mengejar budi pekerti yang baik, darjat orang itu sama seperti orang yang terus menerus berpuasa dan solat malam.” (HR. Abu Daud)

Jabir ra. berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya orang yang sangat saya kasihi dan terdekat denganku pada hari kiamat nanti adalah orang terbaik akhlaknya. Dan orang yang sangat aku benci dan terjauh dariku pada hari kiamat nanti adalah orang yang banyak bicara, sombong dalam pembicaraannya, dan berlagak menunjukan kepandaiannya.” (HR. At Tirmidzi).

Kekuatan akhlak lahir melalui proses panjang yang memerlukan kesediaan untuk sentiasa memberi komitmen dengan nilai-nilai Islam. Seorang ulama menjelaskan thariqah (jalan) untuk membina akhlak islami adalah dengan kemahuan untuk melaksanakan latihan (tadribat) dan pendidikan (tarbiyah). Setiap muslim memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi baik atau buruk, masalahnya adalah sejauh mana usaha kita untuk mendisiplinkan diri dengan nilai-nilai dan amalan Islam bagi melahirkan muslim yang berakhlak ampuh. Malangnya keampuhan akhlak inilah yang sering dilupakan. Malah kian rapuh sehingga hilangnya jatidiri muslim hakiki. Justeru menjadi punca lunturnya sinar Islam pada penghujung zaman. Gejala keruntuhan akhlak yang berlegar di sekeliling kita seperti zina hati, mata, lisan dan seumpamanya meruntun jiwa kita selaku pendokong agama. Keruntuhan yang tidak dikawal pada satu tahap yang minima membawa insan kepada bertuhankan nafsu, lantas melupakan terus Pencipta Yang Maha Esa.

Islam adalah ajaran yang benar untuk memperbaiki manusia dan membentuk akhlaknya demi mencapai kehidupan yang baik. Islam memperbaiki manusia dengan cara terlebih dahulu memperbaiki jiwa, membersihkan hati dan menanamkan sifat-sifat terpuji. Islam benar-benar dapat membawa manusia untuk mencapai kebahagiaan, kelapangan dan ketenteraman.

Sebaliknya manusia akan menjadi hina apabila ia merosakkan sifat, pembawaan dan keadaan dalam jiwanya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(Ar-Ra’d: 11)

Peribadi Yang Berakhlak Islami (1)


Akhlak berasal dari perkataan Al Khuluq. Al-Khuluq bererti tabiat atau tingkah laku. Menurut Iman Al Ghazali, akhlak merupakan gambaran tentang keadaan dalam diri manusia yang telah sebati dan daripadanya terbit tingkah laku secara mudah dan senang tanpa memerlukan pertimbangan atau pemikiran. Akhlak sangat penting dan pengaruhnya sangat besar dalam membentuk tingkah laku manusia. Apa saja yang lahir dari manusia atau segala tindak-tanduk manusia adalah sesuai dengan pembawaan dan sifat yang ada dalam jiwanya.

Tepatlah apa yang dikatakan oleh Al-Ghazali dalam bukunya Ihya’ Ulumuddin, “Sesungguhnya semua sifat yang ada dalam hati akan lahir pengaruhnya (tandanya) pada anggota manusia, sehingga tidak ada suatu perbuatan pun melainkan semuanya mengikut apa yang ada dalam hati manusia”.

Tingkah laku atau perbuatan manusia mempunyai hubungan yang erat dengan sifat dan pembawaan dalam hatinya. Umpama pokok dengan akarnya. Bermakna, tingkah laku atau perbuatan seseorang akan baik apabila baik akhlaknya, sepertimana pokok, apabila baik akarnya maka baiklah pokoknya. Apabila rosak akar, maka akan rosaklah pokok dan cabangnya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”
(Al- A’raf: 58)

Akhlaq yang mulia adalah matlamat utama bagi ajaran Islam. Ini telah dinyatakan oleh Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam dalam hadisnya (yang bermaksud, antara lain:


“Sesungguhnya aku diutuskan hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia”.

Hal ini ditegaskan lagi oleh ayat al-Qur’an dalam firman Allah:

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”
(Al-Qalam: 4)


Juga dalam firman Allah swt. lagi:

"Orang –orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi nescaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allah kembali segala urusan."
(Al Hajj, 22 : 41)

Firman Allah swt. lagi:

"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak–anak yatim, orang-orang miskin, (yang memerlukan pertolongngan) dan orang-orang yang meminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan solat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (Al-Baqarah, 2: 177)

Akhlaq yang mulia adalah merupakan tanda dan hasil dari iman yang sebenar. Tidak ada nilai bagi iman yang tidak disertai oleh akhlak. Sebuah athar menyatakan (antara lain, bermaksud):

“Bukanlah iman itu hanya dengan cita – cita tetapi iman itu ialah keyakinan yang tertanam didalam hati dan dibuktikan dengan amalan”

Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam pernah ditanya: Apa itu agama? Baginda menjawab: Kemuliaan akhlaq (Husnul Khulq). Bila ditanya tentang kejahatan, baginda menjawab: Akhlaq yang buruk (Su’ul khalq).

Diriwayatkan dari Annawas bin Sam’an ra. berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. Tentang bakti dan dosa, maka jawab Nabi saw. “Bakti itu baik budi pekerti, dan dosa itu ialah semua yang meragukan dalam hati dan tidak suka diketahui orang.” (HR. Muslim)

Abu Darda berkata, “Bersabda Nabi saw, “Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat daripada husnul Khulq (akhlak yang baik).” (HR. At Tirmidzi)

Aisyah ra. Berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin yang dapat mengejar budi pekerti yang baik, darjat orang itu sama seperti orang yang terus menerus berpuasa dan solat malam.” (HR. Abu Daud)

Jabir ra. berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya orang yang sangat saya kasihi dan terdekat denganku pada hari kiamat nanti adalah orang terbaik akhlaknya. Dan orang yang sangat aku benci dan terjauh dariku pada hari kiamat nanti adalah orang yang banyak bicara, sombong dalam pembicaraannya, dan berlagak menunjukan kepandaiannya.” (HR. At Tirmidzi).

Kekuatan akhlak lahir melalui proses panjang yang memerlukan kesediaan untuk sentiasa memberi komitmen dengan nilai-nilai Islam. Seorang ulama menjelaskan thariqah (jalan) untuk membina akhlak islami adalah dengan kemahuan untuk melaksanakan latihan (tadribat) dan pendidikan (tarbiyah). Setiap muslim memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi baik atau buruk, masalahnya adalah sejauh mana usaha kita untuk mendisiplinkan diri dengan nilai-nilai dan amalan Islam bagi melahirkan muslim yang berakhlak ampuh. Malangnya keampuhan akhlak inilah yang sering dilupakan. Malah kian rapuh sehingga hilangnya jatidiri muslim hakiki. Justeru menjadi punca lunturnya sinar Islam pada penghujung zaman. Gejala keruntuhan akhlak yang berlegar di sekeliling kita seperti zina hati, mata, lisan dan seumpamanya meruntun jiwa kita selaku pendokong agama. Keruntuhan yang tidak dikawal pada satu tahap yang minima membawa insan kepada bertuhankan nafsu, lantas melupakan terus Pencipta Yang Maha Esa.

Islam adalah ajaran yang benar untuk memperbaiki manusia dan membentuk akhlaknya demi mencapai kehidupan yang baik. Islam memperbaiki manusia dengan cara terlebih dahulu memperbaiki jiwa, membersihkan hati dan menanamkan sifat-sifat terpuji. Islam benar-benar dapat membawa manusia untuk mencapai kebahagiaan, kelapangan dan ketenteraman.

Sebaliknya manusia akan menjadi hina apabila ia merosakkan sifat, pembawaan dan keadaan dalam jiwanya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(Ar-Ra’d: 11)

Thursday, December 03, 2009


Tarbiah (pendidikan) Islamiah, bererti proses mempersiapkan manusia dengan persiapan yang menyeluruh yang menyentuh seluruh aspek kehidupannya, meliput rohani, jasmani dan akal fikiran. Termasuklah dalam lingkungan kehidupan duniawinya, dengan segala aspek hubungan dan kemaslahatan yang mengikatnya; dan kehidupan akhiratnya, dengan segala amalan yang dihisabnya; yang membuat Allah Subha Nahu wa Taala redha atau murka. Oleh kerana itu, ia bersifat integral (sepadu) dan menyeluruh; dan itulah yang membezakan sistem Islam dengan sistem atau aturan lain.

Ringkasnya, tarbiah Islamiah adalah proses penyiapan manusia yang soleh, yakni agar tercipta suatu keseimbangan (tawazun) dalam potensi, matlamat, ucapan serta tindakannya secara keseluruhan.

Keseimbangan potensi yang dimaksudkan adalah hendaknya jangan sampai kemunculan suatu potensi menyebabkan lenyapnya potensi yang lain atau suatu potensi sengaja dimandulkan untuk mewujudkan potensi yang lain. Inilah satu keistimewaan sistem Islam dan undang-undangnya. Juga keseimbangan antara potensi rohani, jasmani dan akal fikiran; keseimbangan antara kerohanian manusia dan kejasmaniannya, antara keperluan asas dan sekunder, antara realiti dan cita-citanya, antara wawasan pribadi dan jiwa kebersamaannya, antara keyakinan kepada alam ghaib dan keyakinan pada alam nyata, keseimbangan antara makan, minum, pakaian dan tempat tinggalnya, tanpa adanya sikap berlebih-lebihan di satu sisi dan pengabdian di sisi lain. Benar-benar keseimbangan yang mengantarkan kepada sikap adil, yakni adil dan saksama dalam segala aspek.

"Dan demikian (pula) Kami telah jadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pertengahan." [Al-Baqarah: 143]

Bahkan keseimbangan adalah satu aturan yang Allah Subhanahu wa Taala tetapkan pada segenap makhlukNya; manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan bintang cakerawala di angkasa raya. Semua berjalan sesuai dengan hukum alam yang telah ditetapkan oleh yang Maha Pencipta alam ini. Itulah keistimewaan kedua yang ada pada sistem Islam.


Keistimewaan lain sistem tarbiyah Islamiyah ialah ia mendorong seseorang untuk memiliki dinamika yang tinggi dalam seluruh kehidupan dirinya beserta orang-orang disekelilingnya, dan juga termasuk bersama lingkungan alamnya. Ia juga merasa terdorong untuk memakmurkan bumi dan mengambil manfaat sebesar-besarnya baik dari samudera, angkasa, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun semua benda mati dengan prinsip bahawa semua itu telah ditundukkan oleh Allah Subha Nahu wa Taala untuknya. Ia tidak bersikap negatif dan pasif di dalam upaya meraih kemaslahatan diri dan masyarakat yang ia hidup dengannya atau lingkungan alam yang Allah tundukkan untuknya. Namun sebaliknya, ia bersikap positif dan responsif di bawah naungan agama yang agung dan moral yang tinggi ini.

Selain itu, tarbiah Islamiah memiliki keistimewaan dengan kemampuannya mengiringi fitrah manusia dalam menghadapi realiti kehidupan di bumi dan di alam material ini, juga mengiringi potensinya menuju tingkat keteladanan dan kepeloporan sehingga dapat memberi manfaat dan kemaslahatan bagi diri, agama dan masyarakatnya. Semua itu termasuk dalam batas yang Allah Subha Nahu wa Taala halalkan dan syariatkan. Di samping itu, Islam juga mengakui adanya kelemahan pada diri manusia ketika berhadapan dengan nafsu syahwat. Untuk menghadapi lemahnya manusia berhadapan dengan kewajiban, Islam datang dengan firman-Nya;

"Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama satu kesempitan." [Al-Hajj: 78]


Sedangkan untuk menghadapi lemahnya manusia berhadapan dengan godaan nafsu, Allah Subha Nahu wa Taala berfirman;

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik." [Ali-Imran: 14]

Apa Itu Tarbiah Islamiah?


Tarbiah (pendidikan) Islamiah, bererti proses mempersiapkan manusia dengan persiapan yang menyeluruh yang menyentuh seluruh aspek kehidupannya, meliput rohani, jasmani dan akal fikiran. Termasuklah dalam lingkungan kehidupan duniawinya, dengan segala aspek hubungan dan kemaslahatan yang mengikatnya; dan kehidupan akhiratnya, dengan segala amalan yang dihisabnya; yang membuat Allah Subha Nahu wa Taala redha atau murka. Oleh kerana itu, ia bersifat integral (sepadu) dan menyeluruh; dan itulah yang membezakan sistem Islam dengan sistem atau aturan lain.

Ringkasnya, tarbiah Islamiah adalah proses penyiapan manusia yang soleh, yakni agar tercipta suatu keseimbangan (tawazun) dalam potensi, matlamat, ucapan serta tindakannya secara keseluruhan.

Keseimbangan potensi yang dimaksudkan adalah hendaknya jangan sampai kemunculan suatu potensi menyebabkan lenyapnya potensi yang lain atau suatu potensi sengaja dimandulkan untuk mewujudkan potensi yang lain. Inilah satu keistimewaan sistem Islam dan undang-undangnya. Juga keseimbangan antara potensi rohani, jasmani dan akal fikiran; keseimbangan antara kerohanian manusia dan kejasmaniannya, antara keperluan asas dan sekunder, antara realiti dan cita-citanya, antara wawasan pribadi dan jiwa kebersamaannya, antara keyakinan kepada alam ghaib dan keyakinan pada alam nyata, keseimbangan antara makan, minum, pakaian dan tempat tinggalnya, tanpa adanya sikap berlebih-lebihan di satu sisi dan pengabdian di sisi lain. Benar-benar keseimbangan yang mengantarkan kepada sikap adil, yakni adil dan saksama dalam segala aspek.

"Dan demikian (pula) Kami telah jadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pertengahan." [Al-Baqarah: 143]

Bahkan keseimbangan adalah satu aturan yang Allah Subhanahu wa Taala tetapkan pada segenap makhlukNya; manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan bintang cakerawala di angkasa raya. Semua berjalan sesuai dengan hukum alam yang telah ditetapkan oleh yang Maha Pencipta alam ini. Itulah keistimewaan kedua yang ada pada sistem Islam.


Keistimewaan lain sistem tarbiyah Islamiyah ialah ia mendorong seseorang untuk memiliki dinamika yang tinggi dalam seluruh kehidupan dirinya beserta orang-orang disekelilingnya, dan juga termasuk bersama lingkungan alamnya. Ia juga merasa terdorong untuk memakmurkan bumi dan mengambil manfaat sebesar-besarnya baik dari samudera, angkasa, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun semua benda mati dengan prinsip bahawa semua itu telah ditundukkan oleh Allah Subha Nahu wa Taala untuknya. Ia tidak bersikap negatif dan pasif di dalam upaya meraih kemaslahatan diri dan masyarakat yang ia hidup dengannya atau lingkungan alam yang Allah tundukkan untuknya. Namun sebaliknya, ia bersikap positif dan responsif di bawah naungan agama yang agung dan moral yang tinggi ini.

Selain itu, tarbiah Islamiah memiliki keistimewaan dengan kemampuannya mengiringi fitrah manusia dalam menghadapi realiti kehidupan di bumi dan di alam material ini, juga mengiringi potensinya menuju tingkat keteladanan dan kepeloporan sehingga dapat memberi manfaat dan kemaslahatan bagi diri, agama dan masyarakatnya. Semua itu termasuk dalam batas yang Allah Subha Nahu wa Taala halalkan dan syariatkan. Di samping itu, Islam juga mengakui adanya kelemahan pada diri manusia ketika berhadapan dengan nafsu syahwat. Untuk menghadapi lemahnya manusia berhadapan dengan kewajiban, Islam datang dengan firman-Nya;

"Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama satu kesempitan." [Al-Hajj: 78]


Sedangkan untuk menghadapi lemahnya manusia berhadapan dengan godaan nafsu, Allah Subha Nahu wa Taala berfirman;

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik." [Ali-Imran: 14]

Tuesday, December 01, 2009


Nabi saw. ada bersabda yang bermaksud:
“Barangsiapa di antara kamu yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia bersegera memberikan manfaat kepadanya.” (Diriwayatkan Muslim dari Jabir r.a)

Mengapa Rasulullah saw. menyerukan agar kita bersegera dalam memberikan bantuan kepada orang yang memerlukan? Sudah tentulah seruan bersegera ini datangnya juga dari Allah swt. sebagaimana firman Allah swt. yang bermaksud:
”Maka berlumba-lumbalah kamu dalam pelbagai kebajikan.” (Al-Baqarah:148)

Melayani orang lain dan membantu keperluan mereka adalah termasuk daripada salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seorang da’ie agar dakwahnya sampai kepada masyarakat. Seorang da’ie bukanlah radio yang sentiasa memutar ulang pelbagai konsep dan pemikiran semata, tetapi seorang da’ie wajib menterjemahkan pemikiran dan konsep kefahamannya dalam bentuk tindakan nyata. Salah satunya adalah dengan turut merasakan permasalahan dan kesusahan umat. Dan berusaha semaksima mungkin untuk ikut membantu dan menyelesaikannya.

Rasulullah saw bersabda:
”Barangsiapa yang tidur tanpa peduli terhadap permasalahan kaum Muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka.”

Memang benar bahawa kita tidak mampu memenuhi segala keperluan masyarakat , juga tidak mungkin kita mampu memberi khidmat kepada semuanya. Namun hal ini tidak boleh menghalang kita untuk melakukan sesuatu yang mampu kita lakukan. Malahan kita diwajibkan untuk membantu dan memberi khidmat kita pada masyarakat sesuai dengan batas dan kemampuan, selebihnya adalah akhlak yang terpuji, sepertimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw:
”Kalian tidak akan mampu mencukupi keperluan manusia dengan harta kalian, kerananya cukupilah dengan akhlak kalian.”

Keimanan sebenarnya menuntut kita untuk mencintai saudara kita sepertimana kita mencintai diri sendiri. Hal ini hanya akan terealisasi tatkala kita berusaha dengan membantu dan turut serta menyelesaikan masalah dan keperluan mereka.

Demikian juga ukhwah, tidak akan teraplikasi di dunia ini kecuali dengan saling bantu membantu serta memenuhi keperluan mereka.

Justeru, da’ie yang sejati adalah da’ie yang hidup untuk orang lain dan bukan untuk dirinya sendiri. Sentiasa sensitif dan peka terhadap keperluan masyarakat dan orang-orang mukmin, dan bukannya pada kepentingan peribadi. Ia merasa bahagia tatkala dapat membahagiakan orang lain. Inilah yang dimaksudkan oleh Presiden HALUAN, merasa bahagia kerana dapat memberi.

Jika hal ini dapat kita laksanakan, maka akan terjalin hubungan yang erat antara da’ie dan masyarakat. Pada masa itu pengaruh da’ie akan sangat dirasai oleh masyarakat tersebut, sehingga dakwahnya membumi di hati masyarakat. Inilah yang dirasai oleh ahli-ahli HALUAN yang turun padang ketika kita mendidik berbakti di Misi Banjir Johor dan Pahang. Juga dipelbagai lagi misi dan projek kebajikan dan pendidikan yang kita jayakan. Masyarakat merasai kehadiran dakwah kita dan menuntut agar kita terus berkhidmat di bumi mereka.

Sebagai penutupnya, penulis hidangkan kepada anda, wahai relawan HALUAN yang dikasihi, pesanan Rasulullah saw kepada kita yang siap sedia mendidik berbakti:
”Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya. Barang siapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang mengeluarkan seorang muslim dari kesusahan (di dunia) maka Allah akan mengeluarkannya dari kesusahan hari kiamat dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

”Allah tidak henti-hentinya memenuhi keperluan seseorang, selama orang itu memnuhi keperluan saudaranya” (HR. Thabrani)

”Sesiapa yang memasukan kebahagiaan ke dalam penguni rumah kaum muslimin, maka Allah tidak rela memberinya pahala selain syurga” (HR. Thabrani)

Penulis ucapkan tahniah kepada sekretariat dan pasukan Misi Kemanusiaan Padang HALUAN yang diberi peluang mendidik dan berbakti di Pariaman, Sumatera Barat Indonesia akibat gempabumi. Segala perasaan dan pengalaman dikongsikan kepada ahli HALUAN dan masyarakat di sepanjang mereka di sana sehingga membangkitkan rasa tidak sabar kepada pasukan Misi seterusnya terjun ke medan amal.

Dalam masa yang sama, musim tengkujuh mula melanda negeri-negeri pantai timur dan utara Semenanjung Malaysia. Beberapa kawasan sudah mula di landa bah akibat lebihan hujan yang turun tanpa henti. Ini peluang kita beramal, berkongsi perasaan dan duka dengan mangsa-mangsa banjir.

Sempena Aidil Adha yang baru meninggalkan kita, pasukan misi ”korbankan lembu” HALUAN sibuk mengadakan program korban di seluruh neara termasuk di perkampungan orang asli di Malaysia, program korban di Kemboja dan di perkampungan gemba bumi Padang Indonesia.

Manakala pasukan bantuan HALUAN untuk rakyat Palestin juga khabarnya baru pulang dari menziarahi perkhemahan pelarian Palestin disamping membawa bantuan dan sumbangan rakyat Malaysia.

Syabas para relawan HALUAN, teruskan memberi khidmat. Ayuh relawan HALUAN, khidmat anda masih diperlukan oleh masyarakat. Mari kita sertai gerombolan generasi yang bahagia berkerja untuk ummah. Mari kita menjadi generasi yang bersedia memberi khidmat tanpa di minta. Mari kita dekati masyarakat di saat-saat mereka memerlukan pertolongan kita.

Selamat mendidik dan berbakti dengan akhlak maknawiyah. Semoga kita tergolong dalam golongan yang benar-benar bekerja di medan dakwah dan tarbiyah.

Sumber

Bersegera Lakukan Kebajikan - Dari Medan Teori Ke Medan Amal


Nabi saw. ada bersabda yang bermaksud:
“Barangsiapa di antara kamu yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia bersegera memberikan manfaat kepadanya.” (Diriwayatkan Muslim dari Jabir r.a)

Mengapa Rasulullah saw. menyerukan agar kita bersegera dalam memberikan bantuan kepada orang yang memerlukan? Sudah tentulah seruan bersegera ini datangnya juga dari Allah swt. sebagaimana firman Allah swt. yang bermaksud:
”Maka berlumba-lumbalah kamu dalam pelbagai kebajikan.” (Al-Baqarah:148)

Melayani orang lain dan membantu keperluan mereka adalah termasuk daripada salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seorang da’ie agar dakwahnya sampai kepada masyarakat. Seorang da’ie bukanlah radio yang sentiasa memutar ulang pelbagai konsep dan pemikiran semata, tetapi seorang da’ie wajib menterjemahkan pemikiran dan konsep kefahamannya dalam bentuk tindakan nyata. Salah satunya adalah dengan turut merasakan permasalahan dan kesusahan umat. Dan berusaha semaksima mungkin untuk ikut membantu dan menyelesaikannya.

Rasulullah saw bersabda:
”Barangsiapa yang tidur tanpa peduli terhadap permasalahan kaum Muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka.”

Memang benar bahawa kita tidak mampu memenuhi segala keperluan masyarakat , juga tidak mungkin kita mampu memberi khidmat kepada semuanya. Namun hal ini tidak boleh menghalang kita untuk melakukan sesuatu yang mampu kita lakukan. Malahan kita diwajibkan untuk membantu dan memberi khidmat kita pada masyarakat sesuai dengan batas dan kemampuan, selebihnya adalah akhlak yang terpuji, sepertimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw:
”Kalian tidak akan mampu mencukupi keperluan manusia dengan harta kalian, kerananya cukupilah dengan akhlak kalian.”

Keimanan sebenarnya menuntut kita untuk mencintai saudara kita sepertimana kita mencintai diri sendiri. Hal ini hanya akan terealisasi tatkala kita berusaha dengan membantu dan turut serta menyelesaikan masalah dan keperluan mereka.

Demikian juga ukhwah, tidak akan teraplikasi di dunia ini kecuali dengan saling bantu membantu serta memenuhi keperluan mereka.

Justeru, da’ie yang sejati adalah da’ie yang hidup untuk orang lain dan bukan untuk dirinya sendiri. Sentiasa sensitif dan peka terhadap keperluan masyarakat dan orang-orang mukmin, dan bukannya pada kepentingan peribadi. Ia merasa bahagia tatkala dapat membahagiakan orang lain. Inilah yang dimaksudkan oleh Presiden HALUAN, merasa bahagia kerana dapat memberi.

Jika hal ini dapat kita laksanakan, maka akan terjalin hubungan yang erat antara da’ie dan masyarakat. Pada masa itu pengaruh da’ie akan sangat dirasai oleh masyarakat tersebut, sehingga dakwahnya membumi di hati masyarakat. Inilah yang dirasai oleh ahli-ahli HALUAN yang turun padang ketika kita mendidik berbakti di Misi Banjir Johor dan Pahang. Juga dipelbagai lagi misi dan projek kebajikan dan pendidikan yang kita jayakan. Masyarakat merasai kehadiran dakwah kita dan menuntut agar kita terus berkhidmat di bumi mereka.

Sebagai penutupnya, penulis hidangkan kepada anda, wahai relawan HALUAN yang dikasihi, pesanan Rasulullah saw kepada kita yang siap sedia mendidik berbakti:
”Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya. Barang siapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang mengeluarkan seorang muslim dari kesusahan (di dunia) maka Allah akan mengeluarkannya dari kesusahan hari kiamat dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

”Allah tidak henti-hentinya memenuhi keperluan seseorang, selama orang itu memnuhi keperluan saudaranya” (HR. Thabrani)

”Sesiapa yang memasukan kebahagiaan ke dalam penguni rumah kaum muslimin, maka Allah tidak rela memberinya pahala selain syurga” (HR. Thabrani)

Penulis ucapkan tahniah kepada sekretariat dan pasukan Misi Kemanusiaan Padang HALUAN yang diberi peluang mendidik dan berbakti di Pariaman, Sumatera Barat Indonesia akibat gempabumi. Segala perasaan dan pengalaman dikongsikan kepada ahli HALUAN dan masyarakat di sepanjang mereka di sana sehingga membangkitkan rasa tidak sabar kepada pasukan Misi seterusnya terjun ke medan amal.

Dalam masa yang sama, musim tengkujuh mula melanda negeri-negeri pantai timur dan utara Semenanjung Malaysia. Beberapa kawasan sudah mula di landa bah akibat lebihan hujan yang turun tanpa henti. Ini peluang kita beramal, berkongsi perasaan dan duka dengan mangsa-mangsa banjir.

Sempena Aidil Adha yang baru meninggalkan kita, pasukan misi ”korbankan lembu” HALUAN sibuk mengadakan program korban di seluruh neara termasuk di perkampungan orang asli di Malaysia, program korban di Kemboja dan di perkampungan gemba bumi Padang Indonesia.

Manakala pasukan bantuan HALUAN untuk rakyat Palestin juga khabarnya baru pulang dari menziarahi perkhemahan pelarian Palestin disamping membawa bantuan dan sumbangan rakyat Malaysia.

Syabas para relawan HALUAN, teruskan memberi khidmat. Ayuh relawan HALUAN, khidmat anda masih diperlukan oleh masyarakat. Mari kita sertai gerombolan generasi yang bahagia berkerja untuk ummah. Mari kita menjadi generasi yang bersedia memberi khidmat tanpa di minta. Mari kita dekati masyarakat di saat-saat mereka memerlukan pertolongan kita.

Selamat mendidik dan berbakti dengan akhlak maknawiyah. Semoga kita tergolong dalam golongan yang benar-benar bekerja di medan dakwah dan tarbiyah.

Sumber

Jom Sertai TeenACE Jun 2013

Pautan Tarbawi ♥

There was an error in this gadget

Langitilahi.Com

halaqahmuntijah

HALUANPalestin

Menyumbang Untuk Palestin

Kolej Tarbiyah Dakwah